Rabu, 17 Juli 2013

Bloomberg TV Indonesia Akhirnya Mengudara

JAKARTA, — Satu lagi siaran televisi hadir meramaikan pasar industri penyiaran nasional. Kali ini Bloomberg TV Indonesia memulai siarannya pada
Kamis (11/7/2013) dengan tayangan seputar ekonomi.

CEO Idea Karya Indonesia, selaku holding Bloomberg TV Indonesia, Ziva Narendra Arifin, mengatakan, untuk tahap awal, pihaknya masih menggunakan saluran televisi berbayar, yaitu First Media, untuk mendistribusikan siaran.

"Sudah ada beberapa pay TV lain yang kami jajaki untuk bisa masuk. Kami juga akan menggandeng stasiun televisi di daerah untuk perluasan jaringan kami," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (12/7/2013).

Dia memaparkan, dari 24 jam waktu siaran, 10 jam di antaranya diisi dengan program berita dan selebihnya menayangkan program non-news, seperti talk show, serta feature yang terkait dengan ekonomi.

Ziva mengakui, ada tantangan tersendiri ketika perseroan memilih isu-isu ekonomi sebagai materi utama siaran lantaran masyarakat belum terlalu tertarik dengan konten seputar ekonomi.

"Meski siaran mengangkat isu-isu ekonomi, kami mengemasnya sedemikian rupa agar bisa diterima semua kalangan. Segmen yang kami bidik menengah ke atas yang ingin memahami soal ekonomi," jelasnya.

Untuk mendukung kegiatan operasional, Bloomberg TV Indonesia sampai saat ini memiliki 138 karyawan, termasuk jajaran direksi. Perseroan memilih tak akan menambah karyawan dengan alasan ruangan kantor masih terbatas.

Dia mengklaim kegiatan operasional perusahaan cukup efisien karena untuk memasok tayangan nonberita, Bloomberg TV Indonesia menggandeng sekitar enam rumah produksi.

Bloomberg TV Indonesia sebenarnya telah diluncurkan pada 7 Maret lalu dan diharapkan bisa mulai mengudara pada Mei. Akan tetapi, dalam perjalanannya, Bloomberg TV Indonesia baru bisa tayang pada 11 Juli 2013.


Idea Karya Indonesia merupakan pemegang lisensi dari perusahaan asal AS, Bloomberg LP, untuk menayangkan berbagai konten perusahaan media itu di Indonesia dalam jangka waktu 5 tahun. Untuk itu, Idea Karya membayar royalti atas lisensi yang dipegang itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar