Selasa, 16 Juli 2013

Penggerak Tamarrud Beberkan Konspirasi ‘Krisis BBM’ untuk Gulingkan Mursi


Beberapa hari belakangan keretakan di tubuh oposisi pro kudeta terlihat begitu mencolok. Koalisi oposisi gerakan Tamarrud, Front Penyelamatan Nasional (NSF) dan beberapa faksi yang tadinya merestui penggulingan Mursi mulai bertikai pasca pengambilan kebijakan dan 'bagi-bagi kekuasaan' yang ternyata hanya menguntungkan militer dan kroni-kroni Mubarak.
Hal ini menyebabkan satu persatu pendukung kudeta mulai menarik diri. Ada yang masih mencoba negosiasi dan sebagiannya menyatakan bergabung dengan massa Rabea el Adawea, mendukung kembalinya Mursi karena merasa telah dicurangi. Revolusi telah dicuri.
Hari Jumat 12 Juli 2013, salah seorang mantan petinggi Tamarrud, Khalid Asy Syami, muncul di podium utama Rabi'ah Al Adawiyah dan memberikan orasi di depan jutaan massa menolak kudeta militer. Dia yang tadinya mendukung kudeta balik mendukung legitimasi rakyat.
Dalam orasinya dia membongkar permainan 'krisis bensin' beberapa waktu menjelang pelengseran Mursi.Dia memaparkan diantara ribuan pom bensin yang ada, hanya 400 pom bensin yang berstatus milik negara.Sisanya bisnis pribadi milik kroni-kroni Mubarak. Sebelum 30 Juni, pom-pom bensin milik antek Mubarak ini sengaja tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga krisis BBM melanda Mesir.
Kondisi ini sengaja diciptakan untuk menyulut kemarahan dan kekecewaan rakyat sampai ikut bergabung bersama pemberontakan. Rekayasa ini terbukti begitu mencolok sesaat setelah Mursi digulingkan, bensin yang tadinya langka langsung normal.
Dalam sambutannya mantan petinggi Tamarrud ini juga mengatakan, "Saya tahu akan terjadi apa-apa pada diri saya. Tapi Allah Maha Kuat! "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar